Apa Sebab Para Pemohon Kredit Selalu Diminta Jaminannya?

Kredit adalah cara untuk membeli suatu benda (rumah, kendaraan, dana) dengan cepat dan mudah, tanpa harus membayarnya secara kontan dengan uang sendiri. Saat mengajukan kredit di Bank, biasanya pemohon akan dimintai jaminan. Hal ini mungkin membuat pemohon bertanya-tanya, kenapa selalu diminta jaminannya?

  1. Agar debitur mengembalikan hutang sesuai dengan perjanjian. Jaminan adalah salah satu komponen yang menambah keyakinan bank bahwa debitur dapat mengembalikan hutangnya.
  2. Secara psikologis, jaminan juga berfungsi sebagai pendorong debitur agar berusaha melunasi hutangnya agar keberadaan jaminannya aman.
  3. Untuk keamanan pemberi pinjaman atau bank. Jaminan ini tujuan sebenarnya bukanlah untuk dimiliki oleh bank atau kreditur. Namun, bisa saja jaminan ini akan berpindah haknya kepada bank apabila debitur tidak membayar kembali hutangnya sesuai dengan perjanjian pinjaman yang sebelumnya dilakukan.

Jenis jaminan pinjaman di Bank

Ada 2 jenis jaminan yang biasa diberlakukan pada pinjaman di bank, yakni jaminan perorangan/korporasi/bank dan jaminan kebendaan. Apakah perbedaan keduanya?

  1. Jaminan perorangan (personal guarantee) atau jaminan korporasi (corporate guarantee) atau jaminan bank

Jaminan perorangan/korporasi/bank berarti ada orang ketiga yang menjadi penjamin debitur. Orang ketiga ini bisa merupakan individu, peursahaan atau korporasi, maupun bank. Orang ketiga ini fungsinya adalah menjamin bahwa debitur mampu melunasi hutangnya.

Advertisements

Apabila pada kenyataannya debitur tidak dapat membayar hutangnya, maka orang ketiga ini harus menanggung hutang tersebut. Baca Syarat Pinjaman Bank BNI dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Dalam menggunakan jaminan perorangan/korporasi/bank ini, maka harus ada surat atau akta perjanjian dengan notaries yang ditandatangani oleh pihak ketiga.

Dalam menjadi penjamin, ada juga syarat-syarat yang harus diperhatikan antara lain :

Advertisements
  1. Bila merupakan individu, maka diperhatikan kecakapan bertindaknya
  2. Apabila individu penjamin sudah menikah, maka harus mendapatkan izin dari suami atau istrinya
  3. Bagi perusahaan, harus diperhatikan Anggaran Dasar tentang kepengurusannya
  4. Bila perusahaan penjamin berbentuk PT, maka harus dilihat persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
  5. Individu penjamin/perusahaan/bank harus memiliki harta yang cukup, sehingga harus dimintai daftar harta kekayaannya.
  6. Tanah milik penjamin juga harus dibebani Hak Tanggungan untuk menjamin jaminan pribadi/perusahaan/bank
  7. Jaminan kebendaan

Pada jaminan kebendaan, yang menjadi objek jaminan adalah benda bergerak maupun benda tidak bergerak. Jaminan kebendaan ini lebih lumrah ditemui pada praktik kredit. Berdasarkan sifatnya, jaminan kebendaan ini dapat dibedakan menjadi 2, yakni jaminan benda bergerak dan jaminan benda tidak bergerak. Apakah perbedaannya? Baca Tahapan Syarat Gadai Sertifikat Rumah Di Bank BRI

  1. Jaminan benda bergerak adalah benda yang dapat dipindahkan, seperti sepeda motor, deposito, mesin, hewan ternak, logam mulia, klaim asuransi, barang inventaris kantor, dan lain-lain.
  2. Jaminan benda tidak bergerak adalah benda yang tidak dapat dipindahkan, seperti rumah, tanah atau pabrik.

Dalam menggunakan benda sebagai jaminan, debitur harus menunjukkan bukti kepemilikan benda jaminan itu. Semisal apabila benda jaminannya rumah, maka debitur harus menunjukkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Selain itu rumah itu harus dipastikan tidak sedang dalam status hukum sengketa. Apabila benda jaminannya merupakan kendaraan bermotor, maka pembuktiannya adalah melalui Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Berikut adalah syarat-syarat barang yang bisa digunakan sebagai jaminan di Bank :

  1. Memiliki nilai ekonomis, alias bisa dinilai dengan uang dan dapat dijual
  2. Kepemilikan barang jaminan harus bisa dipindahtangankan
  3. Barang jaminan memiliki nilai yuridis, artinya bank memiliki hak yang didahulukan pada hasil likuidasi barang jaminan.

Itulah jenis-jenis jaminan yang bisa digunakan sangat mengajukan pinjaman di bank. Saat mengajukan pinjaman dengan barang jaminan di bank, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Debitur harus cermat merencanakan pengembalian pinjaman.

Maka disarankan debitur mengetahui secara detail simulasi pinjaman sebelum menyetujuinya. Debitur juga harus disiplin dalam menjalani kredit, jangan sampai menciderai perjanjian pinjaman yang telah disetujui bersama kreditur. Baca Pertimbangan Sebelum Pinjam Bank Agar Tak Menyesal Dan Malah Bangkrut

Pinjaman tanpa jaminan?

Ketika ada pinjaman dengan jaminan, maka ada pula pinjaman tanpa jaminan. Pinjaman tanpa jaminan ini biasanya diberikan kepada perusahaan yang bonafid atau kredibel sehingga kemungkinan pinjaman tidak dikembalikan sangatlah kecil.

Advertisements
error: