Cara Termudah Perhitungan Bunga Pinjaman Bank

Perhitungan Bunga Pinjaman Bank – Saat melakukan pinjaman di Bank, biasanya nasabah akan dikenakan bunga. Bunga adalah besaran biaya yang harus dibayarkan peminjam kepada bank sebagai imbalan atas fasilitas kredit.

Biasanya orang langsung menghitung bunga bank tanpa memperhatikan jenis bunga yang dikenakan. Padahal, meski besaran bunga sebesar 10% misalnya, jika jenis suku bunga berbeda, maka hasil penghitungannya akan berbeda pula.

Karenanya, sangat penting untuk mengetahui cara perhitungan bunga pinjaman bank berdasarkan jenis-jenisnya.

Advertisements

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menghitung bunga pinjaman bank adalah :

  1. Ketahui besaran pinjaman
  2. Ketahui jenis bunga dan besaran suku bunga
  3. Ketahui jangka waktu pengembalian

Berikut adalah simulasi penghitungan bunga pinjaman bank berdasarkan jenis-jenisnya :

  1. Bunga Flat

Bunga flat biasa dikenakan pada kredit kendaraan bermotor (KKB) atau kredit tanpa agunan (KTA). Penghitungan bunga flat sudah sangat umum diketahui. Penghitungannya juga sangat mudah. Misalnya saja, Anda meminjam sebesar 132 juta rupiah dan ingin mencicil selama 12 bulan.

Sedangkan bunga flat yang dikenakan adalah sebesar 10% per tahunnya. Maka penghitungan bunga dan cicilan yang harus Anda bayarkan adalah :

Pinjaman = 132 juta rupiah

Jangka waktu pengembalian = 12 bulan

Suku bunga flat = 10%

Cicilan pokok = Rp.132.000.000 : 12 bulan

= Rp.11.000.000

Bunga per bulan          = (Rp.132.000.000 x 10%) : 12 bulan

= Rp.1.100.000

Angsuran per bulan     = Rp.11.000.000 + Rp.1.100.000

= Rp. 12.100.000

Dari penghitungan di atas, bisa dilihat bahwa ketika meminjam uang sebesar 132 juta selama 12 bulan dengan suku bunga 10%, maka bunga yang harus dibayarkan tiap bulannya adalah Rp.1.100.000. Jadi, total bunga yang harus dibayarkan selama 12 bulan adalah Rp.13.200.000. Baca Begini Prosedur Mengajukan Pinjaman yang Benar di Berbagai Bank

  1. Bunga Efektif

Pada penghitungan bunga efektif, jumlah cicilan Anda tiap bulannya akan terus berkurang. Kenapa? Karena pada bunga efektif, penghitungannya adalah dengan mengalikan suku bunga dengan saldo pokok pinjaman yang tersisa. Semakin bertambah bulan, saldo pokok pinjaman akan terus berkurang. Begitu pula dengan jumlah angsurannya.

Semisal kita menggunakan simulasi yang sama dengan penghitungan suku bunga flat sebelumnya :

Pinjaman = 132 juta rupiah

Jangka waktu pengembalian = 12 bulan

Suku bunga efektif = 10%

 

Cicilan pokok = Rp.132.000.000 : 12 bulan

= Rp.11.000.000

Cicilan bulan 1 = Rp. 11.000.000 + {(Rp.132.000.000 x 10%) : 12 bulan}

= Rp.11.000.000 + Rp.1.100.000

= Rp. 12.100.000

Cicilan bulan 2 = Rp. 11.000.000 + {(Rp.121.000.000 x 10%) : 12 bulan}

= Rp.11.000.000 + Rp.1008.333

= Rp. 12.008.333.

Bisa dilihat bahwa bunga cicilan pada bulan kedua lebih kecil dari bulan pertama. Nah, jumlah bunga itu akan terus berkurang pada bulan-bulan berikutnya.

Advertisements
  1. Bunga Anuitas

Bunga anuitas ini sebenarnya prinsip penghitungannya sama saja dengan bunga efektif. Hanya saja, ada sedikit modifikasi pada penghitungannya sehingga jumlah angsuran tiap bulannya akan sama. Baca Sebab Para Pemohon Kredit Selalu Diminta Jaminannya?

Bank biasanya menggunakan aplikasi khusus untuk melakukan penghitungan bunga anuitas. Namun jangan khawatir, karena Anda juga dapat menghitungnya sendiri dengan kalkulator online bunga anuitas ini (http://kredit.co.id/simulasi-kredit-bunga-anuitas/).

Cara Termudah Perhitungan Bunga Pinjaman Bank

Bagaimana hasil penghitungan bunga anuitas? Mari kita lakukan dengan simulasi penghitungan yang tadi. Berikut adalah hasil penghitungannya :

Angsuran ke Saldo pinjaman Angsuran pokok Bunga Total angsuran
1 Rp. 132.000.000 Rp.10.504.897 Rp.1.100.000 Rp.11.604.897
2 Rp.121.495.103 Rp.10.592.438 Rp.1.012.459 Rp.11.604.897
3 Rp.110.902.665 Rp.10.680.708 Rp.924.189 Rp.11.604.897
4 Rp.100.221.957 Rp.10.769.714 Rp.853.183 Rp.11.604.897
5 Rp.89.452.243 Rp.10.859.462 Rp.745.435 Rp.11.604.897

Dapat dilihat bahwa total angsuran dari bulan 1 sampai 5 tetaplah sama. Sementara itu, jumlah bunga dan angsuran pokoknya bulannya terus menurun seiring dengan menurunnya jumlah saldo pinjaman. Bunga anuitas dan efektif ini pada prinsipnya adalah sama-sama lebih ringan. Baca Ingin Mengajukan Pinjaman Uang Jaminan SK PNS Lengkapi Syarat Ini Ya

Itulah 3 carai penghitungan bunga pinjaman bank. Dari ketiga suku bunga yang ada, biasanya suku bunga anuitas lebih banyak disukai. Kenapa? Karena selain lebih ringan angsurannya, jumlah angsuran tiap bulannya juga selalu sama alias lebih stabil. Suku bunga efektif bisa menjadi pilihan favorit kedua, karena total angsuran tiap bulannya semakin lama semakin ringan.

Advertisements
error: