Ingin Menggadaikan Ijazah di Bank, Ini 2 Jenis Agunan yang Bisa Diterima

Ingin Menggadaikan Ijazah di BankTelah diketahui bahwa ternyata ijazah tidak dapat dijadikan sebagai agunan dalam mengajukan pinjaman di bank. Meskipun ijazah termasuk sebagai dokumen berharga, namun ternyata nilainya belum begitu kuat kalau dijadikan sebagai agunan.

Memang, untuk bisa menjadi agunan, suatu barang harus memiliki syarat-syarat tertentu. Syarat barang yang dapat dijadikan agunan adalah :

  1. Memiliki nilai ekonomis, alias bisa dinilai dengan uang dan dapat dijual
  2. Kepemilikan barang jaminan harus bisa dipindahtangankan
  3. Barang jaminan memiliki nilai yuridis, artinya bank memiliki hak yang didahulukan pada hasil likuidasi barang jaminan.

Kemungkinan besar, ijazah tidak memenuhi syarat pertama. Ya, ijazah mungkin dinilai berharga oleh pemiliknya. Namun, nilai keberhargaan itu tidak dirasakan oleh orang lain yang bukan pemiliknya. Bisa dipahami apabila ijazah tidak dapat dijadikan sebagai agunan untuk mengajukan pinjaman.

Advertisements

Secara umum, agunan yang diterima di bank bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yakni agunan benda bergerak dan agunan benda tidak bergerak. Apakah perbedaannya?

Jenis Agunan Bisa Di Terima bank

  1. Agunan benda bergerak, adalah benda yang dapat dipindahkan keberadaannya. Contoh agunan benda bergerak adalah kendaraan bermotor, deposito, hewan ternak, mesin pabrik, logam mulia atau perhiasan, klaim asuransi, barang inventaris kantor, kapal laut dan pesawat udara, SK PNS maupun karyawan swasta, dan lain-lain.
  2. Agunan benda tidak bergerak, adalah benda-benda yang tidak dapat dipindahkan keberadaannya. Agunan benda tidak bergerak contohnya adalah tanah maupun bangunan seperti rumah, ruko, pabrik, hingga hotel.

Dalam menggunakan barang atau benda sebagai agunan pinjaman, maka sebagai debitur harus melampirkan bukti kepemilkan benda tersebut. Apabila yang dijadikan barang agunan adalah kendaraan bermotor, maka harus menyertakan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor. Baca Begini Cara Pengajuan Pinjaman BNI Syariah untuk Modal Usaha Terbaru

Sementara jika benda agunan merupakan tanah dan bangunan, maka harus menyertakan bukti pemilikan tanah. Jika tidak, maka harus menyertakan surat kuasa dari si pemilik tanah. Harus dipastikan juga tanah atau bangunan yang diagunkan bukan dalam status sengketa.

Fungsi dari Barang Agunan dalam Pinjaman

Sudah diketahui bahwa pinjaman biasanya memerlukan agunan. Namun, apa sebenarnya fungsi barang agunan dalam prosesi pinjaman ini?

Advertisements
  1. Agunan adalah penjamin bahwa debitur akan mengembalikan pinjaman sesuai dengan jumlah, tempo, serta tata cara yang telah disetujui pada saat perjanjian pinjaman.
  2. Barang agunan dapat memicu debitur untuk berdisiplin dan bertekad untuk mengembalikan uang pinjaman. Karena ada barang berharganya yang keberadaaannya terancam jika ia tidak mematuhi perjanjian pinjaman.
  3. Sebagai penjamin keamanan pemberi pinjaman atau bank di saat kredit tidak berjalan sebagai semestinya. Sebenarnya tujuan agunan ini bukanlah untuk dimiliki oleh pemberi kredit. Namun, ada kemungkinan bahwa kreditur bisa memiliki barang agunan jika kredit tidak berjalan sesuai dengan perjanjian yang telah dilakukan.

Agunan Non-Benda

Selain agunan berupa benda, ada juga jaminan yang berupa individu atau kumpulan individu. Jaminan non-benda ini ada 3 yakni jaminan perorangan (personal guarantee) atau jaminan korporasi (corporate guarantee) atau jaminan bank.

Dalam jaminan ini, si penjamin akan menanggung hutang jikalau suatu hari ternyata debitur tidak mampu menyelesaikan hutangnya. Pada jaminan ini, debitur harus membuat surat atau akta perjanjian dengan notaris yang nantinya ditandatangani oleh penjamin.

Seperti halnya pada agunan dengan benda, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pihak ketiga sebelum bisa menjadi penjamin : Baca Ingin Gadai Ijazah di Bank BRI ,Belum Bisa,Ini Gantinya

  1. Bila merupakan individu, maka diperhatikan kecakapan bertindaknya
  2. Apabila individu penjamin sudah menikah, maka harus mendapatkan izin dari suami atau istrinya
  3. Bagi perusahaan, harus diperhatikan Anggaran Dasar tentang kepengurusannya
  4. Bila perusahaan penjamin berbentuk PT, maka harus dilihat persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
  5. Individu penjamin/perusahaan/bank harus memiliki harta yang cukup, sehingga harus dimintai daftar harta kekayaannya.
  6. Tanah milik penjamin juga harus dibebani Hak Tanggungan untuk menjamin jaminan pribadi/perusahaan/bank

Itulah jenis-jenis agunan yang dapat diterima oleh bank sebagai syarat pengajuan pinjaman uang. Saat menjadikan suatu benda sebagai agunan, memang harus cermat dan bijak agar tidak muncul resiko yang tidak bisa kita tanggung di masa depan. Nah, kalau menurut Anda, barang agunan manakah yang kira-kira paling aman untuk Anda gunakan saat mengajukan pinjaman?

Advertisements
error: