Ketahui Prosedur Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Bank Mandiri Syariah

Bank Mandiri Syariah memiliki layanan pinjaman modal usaha untuk perorangan maupun badan usaha. Pembiayaan ini bisa digunakan untuk membeli bahan baku, membiayai kontraktor, melakukan perputaran usaha atau menambah modal kerja. Bagaimanakah prosedur mengajukan pinjaman modal usaha di Bank Mandiri Syariah? Cari tahu yuk!

Cara Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Bank Mandiri Syariah

Berikut adalah prosedur mengajukan pinjaman modal usaha Bank Mandiri Syariah :

  • Menyiapkan persyaratan dokumen yang diperlukan
  • Mendatangi kantor cabang Mandiri Syariah dan mengajukan pinjaman modal usaha.
  • Mengisi formulir pengajuan pinjaman modal usaha Mandiri Syariah. Pada tahap ini, formulir harus diisi dengan lengkap dan sebenar-benarnya, dengan melampirkan persyaratan dokumen yang telah ditetapkan.
  • Bank Mandiri Syariah akan menganalisis pengajuan modal usaha dari perorangan atau badan usaha.
  • Bank Mandiri Syariah akan melakukan konfirmasi tentang persetujuan atau penolakan pinjaman modal usaha mandiri syariah.
  • Sebelum dana pinjaman modal usaha dicairkan, akan dilakukan penandatanganan perjanjian pinjaman.
  • Perorangan atau badan usaha yang dibiayai Mandiri Syariah berkewajiban untuk mengembalikan dana modal usaha sesuai dengan perjanjian yang telah dilakukan.

Itulah prosedur yang akan dilalui saat mengajukan pinjaman modal usaha di Bank Mandiri Syariah. Tadi disebutkan bahwa pemohon harus menyiapkan persyaratan dokumen sebelum mengajukan pinjaman modal usaha ini. Nah, kira-kira apa sajakah syarat yang harus dipenuhi saat mengajukan pinjaman modal usaha di Bank Mandiri Syariah? Baca Pengalaman Dan Syarat Gadai Sertifikat Tanah di Bank Mandiri

Advertisements

Syarat-syarat Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Bank Mandiri Syariah

  • Usaha yang diajukan untuk pendanaan tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah.
  • Usaha yang diajukan untuk pendanaan tidak sedang menerima pendanaan modal usaha dari lembaga keuangan yang lainnya, kecuali kredit konsumtif.
  • Usaha telah memiliki legalitas usaha yang masih berlaku, seperti akta pendirian usaha dan pengesahannya, SIUP, SKDP, TDP maupun NPWP.
  • Pemohon telah memiliki pengalaman usaha minimal 3 tahun.
  • Pemohon diharuskan menyerahkan mutasi rekening selama minimal 6 bulan terakhir.
  • Bagi wiraswasta, maka harus menyerahkan dokumen legalitas perorangan seperti KTP, NPWP, akte nikah, maupun Kartu Keluarga.
  • Harus menyerahkan bukti kepemilikan jaminan yang sah.

Fitur Pembiayaan Modal Usaha Kerja di Bank Mandiri Syariah

Berikut adalah fitur pembiayaan modal usaha kerja di Bank Mandiri Syariah :

Advertisements
  1. Pembiayaan yang diberikan oleh Mandiri Syariah adalah diatas 500 juta sampai dengan 5 miliar rupiah
  2. GAS (Gross Annual Sales) sampai dengan 25 miliar rupiah
  3. Pinjaman modal usaha diberikan dalam nominal mata uang rupiah saja.
  4. Jangka waktu pembiayaan sampai dengan 1 tahun atau dapat diperpanjang lagi sesuai dengan ketentuan Bank Mandiri Syariah
  5. Revolving atau Non Revolving
  6. Akad yang disediakan ada 3 takni musyarakah, mudharabah, dan murabahah sesuai dengan kebutuhan modal kerja.
  7. Diperuntukkan bagi wiraswasta perorangan maupun badan usaha
  8. Bagi usaha tertentu dapat memanfaatkan Pembiayaan Dana Berputar (PDB) sehingga memudahkan dalam penarikan pembiayaan

3 Jenis Akad pada Pinjaman Modal Usaha Bank Mandiri Syariah

            Ada 3 jenis akad yang bisa dilakukan saat melakukan pinjaman modal usaha bank Mandiri Syariah. Apa perbedaan dari 3 akad pinjaman itu? Baca TERBARU Bisakah Gadai Ijazah di Bank Mandiri

  1. Akad musyarakah berarti 2 pihak yakni pemilik modal dan pengelola modal menyumbangkan modal untuk jalannya usaha. Besar modal yang disumbangkan bisa sama besarnya, atau juga tidak. Nantinya, keuntungan dan kerugian akan ditanggungkan berdasar proporsi modal yang disumbangkan.
  2. Akad mudharabah merupakan akad perkongsian, yakni pemilik modal dan pengelola modal berkongsi tentang keuntungan atau kerugian usaha berdasarkan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Apabila terjadi keuntungan usaha, maka pemilik modal mendapatkan sejumlah bagian dari keuntungan tersebut. Sedangkan jika terjadi kerugian usaha, pemilik modal akan menanggung kerugian tersebut, sedangkan pengelola modal tidak akan mendapatkan bagian apapun atas usaha yang dilakukannya.
  3. Akad murabahah merupakan akad jual beli barang dengan perolehan margin yang disepakati oleh 2 belah pihak. Margin atau keuntungan ini didapatkan oleh pemilik modal alias pihak Bank Mandiri Syariah. Pembayaran pinjaman modal usaha untuk akad ini bisa dilakukan secara tunai, cicilan atau tangguhan.
Advertisements
error: